Artikel Berita

Sudaryono: Generasi Muda Harus Mengawal Kedaulatan Pangan Indonesia

Penulis

Admin Jagatara

Diterbitkan

03 Juni 2026

Kategori

Umum

Dilihat

69x

Penulis

Admin Jagatara

Tanggal

03/06/2026

Kategori

Umum

Dilihat

69x

#Wamentan#Jagatara
Sudaryono: Generasi Muda Harus Mengawal Kedaulatan Pangan Indonesia

Jakarta – Upaya mewujudkan kedaulatan pangan nasional membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa, termasuk generasi muda. Hal tersebut menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Sudaryono, dalam pertemuannya dengan Ketua Umum Jaga Pangan Nusantara (JAGATARA) Indonesia, Rio Alfian Rosid. Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan dalam mendukung pembangunan sektor pertanian serta ketahanan pangan nasional.

Dalam suasana yang penuh semangat kolaborasi, kedua pihak membahas berbagai isu strategis terkait pembangunan pertanian Indonesia, mulai dari regenerasi petani, penguatan ketahanan pangan, pemanfaatan teknologi pertanian modern, hingga peran generasi muda dalam mengawal agenda kedaulatan pangan nasional. Pertemuan ini juga menjadi ruang dialog untuk menyatukan visi dan langkah dalam menghadapi berbagai tantangan sektor pangan yang semakin kompleks di tengah perubahan iklim, dinamika ekonomi global, dan pertumbuhan kebutuhan pangan masyarakat.

Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, menegaskan bahwa masa depan sektor pertanian Indonesia sangat bergantung pada keterlibatan aktif generasi muda. Menurutnya, pembangunan pertanian tidak lagi dapat dipandang sebagai sektor tradisional semata, melainkan sebagai sektor strategis yang memiliki peluang besar untuk inovasi, kewirausahaan, dan pengembangan teknologi.

"Generasi muda harus mengawal kedaulatan pangan Indonesia. Ketahanan dan kedaulatan pangan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama. Anak-anak muda harus hadir menjadi pelaku, inovator, dan penggerak perubahan di sektor pertanian agar Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri dan berkelanjutan," ujar Sudaryono.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemerintah saat ini terus mendorong transformasi sektor pertanian melalui berbagai program modernisasi, peningkatan produktivitas, serta penguatan sumber daya manusia pertanian. Dalam konteks tersebut, keterlibatan organisasi kepemudaan menjadi sangat penting untuk mempercepat proses regenerasi petani dan meningkatkan minat generasi muda terhadap dunia pertanian.

Rio Alfian Rosid, Ketua Umum JAGATARA Indonesia menyambut baik arahan dan pandangan yang disampaikan Wakil Menteri Pertanian. Ia menegaskan bahwa JAGATARA Indonesia berkomitmen untuk menjadi wadah bagi generasi muda yang ingin berkontribusi dalam pembangunan pangan nasional melalui berbagai program pemberdayaan, edukasi, dan penguatan kapasitas di bidang pertanian.

"JAGATARA Indonesia memiliki komitmen kuat untuk menggerakkan generasi muda agar lebih dekat dengan sektor pertanian dan pangan. Kami percaya bahwa kedaulatan pangan hanya dapat diwujudkan apabila lahir generasi muda yang memiliki kesadaran, pengetahuan, dan keberanian untuk terlibat langsung dalam pembangunan pertanian Indonesia," ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas berbagai peluang kolaborasi antara Kementerian Pertanian dan JAGATARA Indonesia. Beberapa gagasan yang mengemuka antara lain penguatan literasi pangan bagi pemuda, pelatihan kewirausahaan pertanian, pengembangan pertanian berbasis teknologi dan inovasi, pendampingan petani muda, serta penguatan jaringan kolaborasi antara komunitas pemuda dan pelaku sektor pertanian di berbagai daerah.

Kedua pihak sepakat bahwa tantangan pangan nasional memerlukan pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, dunia pendidikan, sektor swasta, masyarakat sipil, dan organisasi kepemudaan. Dengan semakin banyaknya anak muda yang terlibat dalam sektor pertanian, diharapkan lahir berbagai inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing pertanian Indonesia.

Selain itu, regenerasi petani menjadi perhatian utama dalam diskusi tersebut. Data menunjukkan bahwa sebagian besar petani Indonesia saat ini berada pada kelompok usia yang semakin menua. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah konkret untuk menarik minat generasi muda agar melihat pertanian sebagai sektor yang menjanjikan dan memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan bangsa.

Pertemuan antara Wakil Menteri Pertanian RI dan Ketua Umum JAGATARA Indonesia ini menjadi simbol komitmen bersama dalam membangun masa depan pangan Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah dan generasi muda diharapkan mampu melahirkan gerakan kolektif yang tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga mendorong terwujudnya kedaulatan pangan sebagai salah satu fondasi utama pembangunan nasional.

Melalui kolaborasi yang semakin erat, kedua pihak optimistis bahwa generasi muda Indonesia dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga ketersediaan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, serta menghadirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan pangan di masa depan. Komitmen bersama ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat pangan dan mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

Tentang JAGATARA Indonesia

Jaga Pangan Nusantara (JAGATARA) Indonesia merupakan organisasi yang berfokus pada penguatan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional melalui pemberdayaan generasi muda, pengembangan inovasi pertanian, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pembangunan pertanian berkelanjutan. JAGATARA Indonesia hadir sebagai wadah kolaborasi bagi pemuda Indonesia untuk berkontribusi aktif dalam mewujudkan sistem pangan yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan demi mendukung pembangunan nasional.