Artikel Berita

Mentan Ajak Pemuda Lawan Mafia Beras Fortifikasi, Komitmen Bersihkan Internal Kementan

Penulis

Admin Jagatara

Diterbitkan

03 Agustus 2026

Kategori

Umum

Dilihat

50x

Penulis

Admin Jagatara

Tanggal

03/08/2026

Kategori

Umum

Dilihat

50x

#Kementerian Pertanian#Jagatara Indonesia
Mentan Ajak Pemuda Lawan Mafia Beras Fortifikasi, Komitmen Bersihkan Internal Kementan

Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak seluruh elemen organisasi kepemudaan untuk bersama-sama melawan praktik mafia beras fortifikasi yang dinilai merugikan petani, konsumen, dan tata kelola pangan nasional. Ajakan itu disampaikan dalam sebuah diskusi kritis dan solutif di Rumah Menteri tersebut, 2 Agustus 2026, yang mempertemukan pemerintah dengan generasi muda sebagai mitra strategis pengawal kebijakan pertanian.

Dalam forum itu, Amran menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci menjaga kedaulatan bangsa.

“Perlawanan terhadap praktik menyimpang tidak bisa hanya dilakukan pemerintah seorang diri. Butuh pengawasan publik, keberanian menyampaikan informasi, dan partisipasi aktif dari generasi muda,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa mafia beras fortifikasi tidak hanya mencuri hak petani, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat melalui produk yang tidak sesuai standar.

Pertemuan itu juga menjadi ajang Menteri Pertanian menyampaikan komitmen pembenahan internal, di mana Amran menegaskan bahwa setiap persoalan akan ditindaklanjuti secara terbuka, objektif, dan bertanggung jawab, serta pejabat yang tidak benar akan segera mendapat tindakan tegas demi menghadirkan tata kelola pertanian yang bersih, profesional, dan benar-benar berpihak pada rakyat.

Diskusi tidak berhenti pada pemaparan. Berbagai laporan, masukan, dan aspirasi yang disampaikan organisasi kepemudaan langsung dicatat sebagai bahan tindak lanjut. Pemerintah menempatkan pemuda bukan sekadar pendengar, melainkan mitra kritis yang ikut memastikan pembangunan pertanian berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Forum ditutup dengan semangat yang mendorong setiap peserta untuk datang membawa gagasan dan pulang melanjutkan perjuangan. Hal ini mencerminkan harapan agar setiap peserta kembali ke daerahnya sebagai pengawal kebijakan pangan yang berintegritas.