Jakarta – Jagatara Indonesia sukses menyelenggarakan Konsolidasi Nasional sekaligus pertemuan perdana Pengurus Nasional periode pertama pada Senin (27/7/2026). Kegiatan ini menjadi tonggak penting bagi organisasi kepemudaan yang membawa misi mengembalikan minat generasi muda terhadap sektor pangan dan pertanian nasional.
Mengusung semangat kedaulatan dan ketahanan pangan, forum ini membahas sejumlah isu strategis nasional, dengan perhatian khusus tertuju pada implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menjadi prioritas pemerintah.
Ketua Umum Jagatara Indonesia, Rio Alfian Rosid, S.E., dalam arahannya menegaskan bahwa organisasi ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap minimnya keterlibatan Generasi Z di sektor pangan.
“Jagatara lahir dari kegelisahan akan semakin minimnya minat generasi muda, khususnya Generasi Z, terhadap sektor pangan. Padahal, masa depan ketahanan pangan Indonesia sangat bergantung pada keterlibatan anak muda. Karena itu, Jagatara hadir sebagai agent of change yang menjadi wajah sekaligus motor penggerak pemuda dalam membangun sektor pangan Indonesia,” ujar Rio.
Konsolidasi ini juga berfungsi sebagai forum pengarahan dan koordinasi awal bagi seluruh bidang dalam Kepengurusan Nasional untuk menyusun serta merumuskan program kerja yang sejalan dengan tugas dan fungsi masing-masing.
Soroti Tata Kelola MBG dan Dukungan untuk Kepala BGN Baru
Dalam pembahasan isu strategis, Jagatara Indonesia menyoroti sejumlah tantangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mulai dari aspek tata kelola, efektivitas pengawasan, hingga dugaan penyimpangan di lapangan yang telah menjadi perhatian publik. Organisasi ini memandang, penunjukan Sudaryono (Mas Dar) sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) membawa optimisme baru bagi penguatan dan keberhasilan program tersebut.
Ketua Harian Jagatara Indonesia, Muh. Ashar Sahiz Pardana, menyampaikan dukungannya secara terbuka.
“Hadirnya Mas Dar sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menjadi angin segar bagi upaya perbaikan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis. Jagatara Indonesia berkomitmen untuk terus mengawal dan memastikan program ini berjalan sesuai dengan tujuan serta semangat awal pembentukannya. Kami siap memberikan dukungan dan melakukan pengawalan secara kritis dan konstruktif terhadap kepemimpinan Mas Dar,” tegas pria yang sering disapa Pradana ini.
Wacanakan Pembentukan Satgas Pengawasan MBG di Daerah
Sebagai tindak lanjut konkret dari fungsi pengawalan, Jagatara Indonesia mewacanakan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan MBG di berbagai daerah. Satgas ini nantinya bertugas memperkuat fungsi kontrol publik, mendorong transparansi, dan memastikan program berjalan efektif, tepat sasaran, serta sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Komitmen ke Depan: Kolaborasi untuk Ekosistem Pangan Berkelanjutan
Jagatara Indonesia menegaskan akan terus mengambil peran sebagai wadah dan representasi anak muda dalam mengawal kedaulatan pangan nasional. Ke depan, organisasi berkomitmen untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan—pemerintah, swasta, akademisi, komunitas, dan media—yang memiliki perhatian terhadap isu kedaulatan pangan. Tujuannya, mewujudkan ekosistem pangan nasional yang lebih kuat, berkelanjutan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.