Artikel Berita

Ketua Harian Jagatara Indonesia Tinjau Greenhouse Melon Terbesar di Magetan

Penulis

Admin Jagatara

Diterbitkan

21 Agustus 2026

Kategori

Umum

Dilihat

13x

Penulis

Admin Jagatara

Tanggal

21/08/2026

Kategori

Umum

Dilihat

13x

#Jagatara Indonesia#Bumdes Berkah Mandiri#Sidokerto Magetan
Ketua Harian Jagatara Indonesia Tinjau Greenhouse Melon Terbesar di Magetan

Magetan – Ketua Harian Jagatara Indonesia, Muh Ashar Sahiz Pardana, didampingi beberapa pengurus Pemoeda Magetan Institute, salah satu komunitas pemuda di Kabupaten Magetan, meninjau Greenhouse (GH) BUMDes Berkah Mandiri di Desa Sidokerto, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pada Jumat (14/8/2026). Peninjauan ini bertujuan melihat langsung penerapan diversifikasi pertanian melalui budidaya melon dengan metode hidroponik NFT (Nutrient Film Technique).

Berasal dari Dana Desa, greenhouse seluas 800 meter persegi ini mengembangkan tiga varietas melon, yaitu Sweet Lavender, Aroma, dan The Blues, dengan total 2.400 tanaman. Dengan luas dan kapasitas tanam tersebut, greenhouse ini menjadi greenhouse melon terbesar di Kabupaten Magetan.

Joko Purnomo, salah satu pengelola GH, menjelaskan bahwa proses budidaya melon dimulai dari penyemaian benih dan melalui beberapa fase hingga panen.

“Setelah sekitar tujuh hari dan bibit memiliki dua hingga tiga helai daun, tanaman dipindahkan ke media tanam. Selama 30 hari pertama, tanaman memasuki fase vegetatif untuk memperkuat batang dan daun. Setelah itu, tanaman memasuki fase generatif hingga siap dipanen pada usia sekitar 70 hari. Setiap fase memerlukan perlakuan berbeda, mulai dari komposisi pupuk hingga jumlah air yang dialirkan melalui sistem irigasi tetes,” jelasnya.

Menariknya, seluruh proses perawatan hanya ditangani oleh dua orang setiap hari, yaitu Mas Joko Purnomo dan Mas Edy Purwanto. Keduanya merupakan pengelola greenhouse yang bertanggung jawab memastikan ribuan tanaman tumbuh sehat hingga panen. Ketelatenan menjadi modal utama agar ribuan tanaman itu mampu menghasilkan buah dengan kualitas terbaik.

Saat musim panen, greenhouse ini juga berfungsi sebagai destinasi wisata petik melon. Pengunjung dapat memilih dan memetik sendiri buah yang diinginkan langsung dari pohonnya. Konsep sederhana ini mendapat sambutan hangat. Tidak hanya warga Sidokerto, pengunjung juga berdatangan dari Magetan, Barat, Kartoharjo, Takeran, hingga Kabupaten Ngawi. Sebagian besar mengetahui keberadaan greenhouse melalui media sosial.

Wisata petik melon di greenhouse ini akan kembali dibuka pada masa panen berikutnya. Diperkirakan panen raya akan berlangsung sekitar pertengahan Oktober 2026.

Terkait hal tersebut, Muh Ashar Sahiz Pardana menilai bahwa keberadaan greenhouse ini menjadi bukti kemajuan pertanian di tingkat desa.

“Greenhouse melon hidroponik di Sidokerto ini adalah bukti nyata bahwa desa mampu mengadopsi teknologi modern untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini juga membuktikan bahwa inovasi teknologi pertanian dapat diterapkan di desa,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap keberhasilan greenhouse ini dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Magetan dan sekitarnya, serta mendorong peningkatan pendapatan masyarakat melalui pertanian modern yang efisien dan berkelanjutan.